Saturday, February 2, 2013

Butterfly


“You flew into me like a magic
Beautiful butterfly
You left me like the wind
You flew away after fooling my love, leaving only your scent”
K. Will – Butterfly

Love is blind, they said. But it’s kinda true. Put yourself in situation where you’re single then you have one friend who is fooling in love. Her boyfriend blackmailed her, cheated on her, and another bad things. What would you say? JUST BREAK UP! But no, it’s not easy to break up once you’ve been fooling in love. Because I’ve been there and am fooling in love too. Do you get what I’m trying to say here? If you don’t, well, never mind.

Apparently.. I got karma. I always say to myself “I will never gonna be in relationship with B type. Two is more than enough for me. I’ve had enough of this ignorant guys. I just can’t win over them for being ignorant .” BUT, look at me now. I barely move on. *deep sigh*

It bothers me how every single day….. I miss you. 

Wednesday, January 2, 2013

2013


Another year has passed. Tahun di mana ada kegelisahan di dalamnya tentang ramalan Suku Maya. Btw, ada yang udah liat tulisan Ryan tentang ramalan Suku Maya ini? Kalo belum, click this one.

Gimana tahun baruannya semalem guuuuuys? Ikutan pesta rakyat kah di HI? Gue liat fotonya tuh di twitter, serem abis broh. Isinya manusia doang, kalo emang ada yang berniat jadi maling kayaknya bakal kaya mendadak tuh.
Gue sendiri bobok cantik semalem dari jam 9 dan gue amat sangat bahagia karena ga perlu denger petasan dan terompet everywhere which is making my heart flutters endlessly :”)

Soooo, mari mengingat ulang apa yang terjadi di tahun 2012. Gue sama sekali ga memenuhi resolusi gue. Ha ha ha ha. Tapi bukan berarti kehidupan gue full of misery, maybe in some times, yes.
Tahun 2012 ini, I caught two fishes in one bait. Yup, gue ngomongin tiket konser b2st, dua pulak! How lucky I am!!! Walau pun in the end gue gagal ketemu setengah hati gue Lee Taemin, dan seperempat hati gue yang lain Park Chanyeol. The definition of so near yet so far. Gue cuma bisa berdiri di gate GBK dengerin mereka perform. What a memory! Temo, I met NICHKHUN. Malem mingguan sama 2PM di MEIS 8 Desember kemaren. My best satnite eveeeeeeeeeeer <3333 a="a" and="and" awalnya="awalnya" buat="buat" dan="dan" khan="khan" kita="kita" lot="lot" mau="mau" niat="niat" nonton="nonton" rukh="rukh" san-san="san-san" shah="shah" span="span" style="font-family: Wingdings; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-ascii-theme-font: minor-latin; mso-char-type: symbol; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-hansi-theme-font: minor-latin; mso-symbol-font-family: Wingdings;" tania="tania" thanks="thanks" though="though">L

And oh, I’ve never talked about my work life yet. Tahun 2012 ini, gue kembali memasuki sekolah kehidupan. In which gue belajar menjadi lebih dewasa mengerti kehidupan orangtua and their joke about ‘night’ life. Don’t blame me for having this speed of learning and being not-so-innocent girl. Well, I’ve never been one tho. Gue merasa beruntung banget kerja di sini. Lebih tepatnya di ruangan gue sekarang. Pertama, karena bosnya ga di ruangan gue dan gue bisa makan kapan aja. Kedua, they’re so lovely. Gue bukan tipe orang yang gampang nyaman sama sesuatu so it’s freaking nice having them fulfill my daily life. Hearing about their children love stories and so on. Walau pun ada satu orang yang kerjaannya boasting dan ga mau ngalah, this place is quite nice. More over, gue udah setengah tahun di sana dan buat yang belum tau, gue udah diangkat jadi karyawan tetap sejak November akhir kemarin. Hahahaha.

Oh iya cita-cita gue semenjak kecil kayaknya soon to be real. Be careful of what you wish for aja sih J

Since I always make resolution every year (walau pun banyak gagalnya), should I do it too now? Gue sadar, semakin banyak gue boasting dan semakin banyak orang tau apa yang gue harapkan atau gue akan lakukan semakin besar pula kemungkinan itu gagal. So…. Maybe I’ll write not too important resolution.

  1. It’s been in my mind for a while, I’m gonna post cooking stuff with new recipe once a month. WISH ME LUCK!!!
  2. More organized, full of responsibility, less nagging, punctual.
  3. Makin sayang sama angkot dan menekankan moto ‘Jakarta udah sempit tanpa harus ditambah kendaraan pribadi gue’ padahal emang ga punya kendaraan pribadi.
  4. Gerakan anti ojek! Karena mahaaaaaaaaaal.
  5. Less sugar, soalnya gue udah manis.
  6. Punya badan kayak Hyorin.


Hidup adalah perjuangan yang tak henti-hentiR. A. Kartini

Happy new year fellas!!!!!

Sunday, December 30, 2012

Konsumerisme, dibumbui dengan sedikit kecemburuan.

Ngomongin tentang kebiasaan di post sebelum ini, mungkin konsumtif juga udah jadi kebiasaan warga jakarta. Buruh demo segala macem, nuntut UMR naik karena menurut mereka upah yang didapat ga bisa memenuhi kebutuhan yet they maybe have at least one blackberry at home. Mungkin, mungkin awal dari perilaku konsumtif ini karena mereka cemburu. Like, "Wah, si A punya ini loh, si B juga. Kenapa gue ga? Ah, gue juga pingin. Gue punya kartu kredit gue bisa nyicil kok perbulan." Yeah.. just like that mereka kemudian ikut-ikutan beli. I mean, don't you have any important things to be fulfilled? Will you die?

Gue nulis ini karena ada satu bocah di keluarga besar gue yang rasanya mau lo kurung di chamber of secretnya Harry Potter, biar dimakan Bassilisk sekalian. Nggak, gue ga benci dia. Cuma kadang perilakunya bikin lo hilang akal sehat, gue sendiri pernah ngelempar garpu ke dia. In the end, gue malah diomelin. Pantes sih. Oke, balik lagi. Adik gue yang cowok, ga pernah minta macem-macem, handphone aja ga tapi karena dia udah 1 SMA dan perlu banget untuk komunikasi sama temen-temennya, orangtua gue berniat ngebeliin. Delalahnya, tante gue nawarin BB dengan kemiringan harga 45derajat. Jadi lah adek gue punya hape. Ternyata eh ternyata si anak tante gue ini nih, jadi kepengen punya BB juga. Nih anak kalo udah minta sesuatu wajib banget jadi kenyataan dan orangtuanya juga kayak ga berdaya gitu loh kalo dia udah set on something. Hiii gue ngeri sendiri.

Pesen gue sih, baek-baek dah lu pada. Terus juga cari calon suami yang waktunya kecilnya ga banyak gaya, tengil, etc. Buah jatuh ga jauh dari pohonnya. Gue sih ga kebayang punya anak kayak sepupu gue ini. Na'udzubillahimindzalik...

Friday, December 21, 2012

5 cm movie's review

Dimana-mana lagi rame banget ngomongin 5 cm sampe gue bete ngeliatnya. Sebenernya gue bete gara-gara ada yang masang status di facebook "Artha Gading 5 cm, gfagnsfhcifhjfoj hbfgrgfubude hdhfugfguw" satu paragraf doi bikin dengan bahasa yang susah dimengerti. Lebih sebenernya lagi karena gue ga suka sama orang yang ngapdet status itu sih. Hahaha. You know that feeling when you deteste someone. Bahkan Fathur sampe ngetwit "Apaan sih nih baru rame-rame 5 cm? Gue udah tau dari SMA!"
Same goes with me. Gue udah baca dari SMA bahkan gue sempet bikin review nya broh dulu, sambil nyindir yang-katanya-sih-temen hahahaha so immature (padahal sekarang juga). Review buku 5 cm ini gue tulis 9 Januari 2010. Udah hampir 3 taun aja loh :") Btw minta maaf dulu sama orang perpus soalnya bukunya gue ilangin :'(

Jadi, buku 5 cm ini dibikin film manteman. Herjunot Ali as Zafran, Raline Shah as Riani, Fedi Nuril as Genta, Igor Saykoji as Ian, Denny Sumargo as Arial, Pevita Pearce as Arinda. Berhubung film ini menceritakan tentang persahabatan, it'd great if you watch this movie with your bestfriend guys. As for myself, gue baru nonton ini sama Fika, Arya, Naufal, Dicha, dan Eza. Pas banget emang sama main character 5 cm ini. Anggep aja gue Riani, Riani dan Ranti beda tipis.

Karena gue udah pernah review buku dan nyeritain jalan ceritanya di post sebelumnya, gue ga bakal nyeritain lagi di sini. Because I'm just that bad retelling some stories. Di film ini isinya full persahabatan dengan bumbu unrequited love dan kata-kata puitisnya Zafran. Cerita horor tentang Mas Deniek atau Genta yang nge-blank pas masukin hutan dibikin ga ada. Tapi pemandangan indah Mahameru cukup untuk menutupi kekurangan itu kok. Walau pun adegan langit awan dipercepat itu bikin gue pusing, pake banget.


Akhir kata, gue kangen Bromo :""
Wassalam.

Old habit dies hard

Habit; something which a person does usually or regularly. Atau dengan bahasa Indonesia, kebiasaan. Banyak orang bilang kebiasaan lama itu susah ilang. Kenapa? Maybe it could be like an addiction. Like you don't really want it, but in the same time you crave it even though you don't really enjoy. In my case, it's lateness. Tapi bukan itu yang mau gue bahas sekarang.
Salah satu kebiasaan gue adalah menganggap apa yang gue suka lalu dilakuin sama orang lain itu bagus. Kalo kata Irma too bias. Hehehe.
Misalnya gini, gue suka banget sama Yiruma and River Flows In You even more, jadi kalo ada yang maenin RFIY gue bisa aja langsung jatuh cinta ama tuh orang that instant atau seenggaknya gue ngerasa orang itu amat sangat cool dan minta dipacarin banget eeee intinya sih gue suka cowok yang bisa maen piano atau sejenisnya.
Sama halnya kayak biru, warna biru. Apa pun yang berwarna biru gue langsung excited dan ngerasa keindahannya bertambah 324374593175 kali lipat. Apalagi cowok pake baju biru, ganteng pula. Syahdu men, udah biru bikin tenang muka juga adem.

contohnya lelaki ini :3

Thursday, December 6, 2012

The tought of dying

Hampir dari seminggu yang lalu gue mau nulis ini. Tapi begitu berhadapan sama new post gue langsung kosong dan ga tau apa yang diomongin.
Cuma lagi sering kepikiran aja, kalo lo udah tau batas kehidupan lo di dunia, lo mau ngelakuin apa aja? Kadang ga ngerti sama orang yang milih ngelakuin hal-hal ekstrem, contohnya terjun dari pesawat ga pake parasut. Iya, itu mah bunuh diri.
Kalo gue, gue.... gatau mau ngelakuin apa. Gue pribadi ga punya tujuan apa yang harus gue capai, siapa aja orang-orang yang senyumnya harus gue jaga untuk tetap ada, apa aja kenangan yang harus gue tinggalin untuk orang-orang yang masih ada, kapan waktu yang tepat buat ngungkapin kalo banyak... banyak banget dari orang-orang yang silih berganti di kehidupan gue berarti buat gue, atau bagaimana caranya gue untuk ngungkapin itu semua?

Udah 5 W 1 H belom tuh? Hahahahaha.

Well, mungkin gue terlalu parno sama ramalan suku maya. Dari kecil gue takut banget sama yang namanya kiamat. Gue ga kebayang aja, gue yang ga bisa pergi sendirian, gue yang ga bisa ditinggalin sendirian, gue yang benci sendirian, bakalan ga inget siapa pun begitu waktunya dateng.
Dulu waktu gue masih SD, gue bangun tidur dalam keadaan langit kuniiiiiiing banget. Bukan, bukan banyak tai di langit. Gue juga ga ngerti kenapa, gue cuma takut itu gara-gara matahari terbit dari barat. Sambil beranjak ke kamar mandi dan menunaikan hajat gue berdoa "Ya Allah.. jangan kiamat dulu, dosa Ranti masih banyak."
Semakin gue beranjak dewasa, gue yakin satu hal. Dosa gue sekarang lebih banyak daripada waktu gue berdoa sambil boker dulu. Dan gue....... masih tetep ngelakuin dosa...... orz

Gue kangen. Kangen sama masa-masa bisa shalat dhuha bareng, puasa senin-kamis bareng. Sekarang?

Sunday, November 18, 2012

Nonton Breaking Dawn Bareng Reza SM*SH

Gila! Impian cewek-cewek banget ga sih? Nonton Breaking Dawn ditambah bareng salah satu member Smash. Kayak ketiban ice cream, Magnum pula.
Sabtu kemarin, setelah melalui mention-mentionan yang cukup sengit antara mau kapan ketemu, cuma jalan atau nginep, tempat apa yang mau didatengin, finally... we're reunited. C'est Moi ketemu lagi secara utuh, full, bahkan ditambah Manda yang terakhir ketemu Agustus tahun lalu sama kita :")
Kota Kasablanka, mall yang baru dibangun (katanya) bekas kuburan, jadi tujuan untuk menghabiskan waktu kita sabtu itu. Ga kebayang kalo emang beneran bekas kuburan dan mesti nonton midnight disitu. Gue janjian sama Irma jam setengah 12 di Kampung Melayu karena Irma harus ke kampus dulu. Terus pagi itu juga Manda tiba-tiba bales whatsapp gue, sekalian aja gue ajak Manda ngikut dan janjian di Kampung Melayu juga.
Aneh, tiap janjian sama Irma kayaknya gue almost punctual gitu padahal kalo sama yang lain Waktu Indonesia bagian Ranti selalu berlaku tanpa disadari. Atau perasaan gue aja kali ya. Hahaha. Gue nyampe Kampung Melayu jam 11.31 berhubung gue ga ada pulsa sms, gue nunggu takdir mempertemukan gue dan Irma whatsapp Tania buat ngasih tau Irma gue udah nyampe (padahal gue nunggu di depan counter pulsa). Nggak begitu lama gue selesai ngetik, muka Irma udah nongol di seberang. Berarti tinggal nunggu Manda nih, pikir gue. Ternyata Manda masih di rumah dan baru selesai mandi. Jakarta panas jendral. Gue nyuruh Manda bareng Tatia, Dhani, dkk aja sedangkan gue sama Irma cabs duluan. Tania juga udah di sana. Jadilah  kita bertiga cari musholla abis itu ke XXI buat mesen tiket duluan tapi gajadi karena 3/11 itu bukan angka yang menguntungkan (buat patungan). Kita memilih kongkow di Tous Les Jours sambil ngeliatin mas2 yang bikin kuenya. sambil nunggu yang lain dateng. Terus gue beli bubble tea biar kayak Sehun. Penting abis. Sehun, kapan-kapan kita ke bubble bude ya, lebih enak loh dari bubble tea.
Akhirnya.... Peem dan Rahma dateng. Kita berlima langsung mesen tiket duluan. HTM 50k dikali 11 orang. Baru kali ini loh nonton sampe setengah juta lebih sendiri. HAHAHAHAHA. Sekitar jam 2an rombongan Tatia dateng terus makan di tempat yang unyu dan ga lupa............. foto-foto. Iya lah kapan lagi bisa ngumpul se-tim sepakbola kayak gini?



Jam 3 kurang kita keluar dan ke mushola buat solat Ashar dulu. Btw, buat pengelola Mall Kota Kasablanka mushola nya bisa kali digedein kayak di Pasaraya Manggarai, biar ga becek kalo pas magrib. Abis itu kita langsung masuk ke studio 3. Pas masuk mata gue dikejutkan oleh pemandangan yang nggak asing lagi. REZA SMASH. Gue langsung bisik-bisik ke Sarah "Sar, itu Smash kan?" Kita heboh sendiri gitu. Iya, as much as we're not fans of Smash, kita tetep norak ketemu artis, apalagi duduknya cuman beda 2 baris. HAHAHAHA. 2 jam berlalu dan lampu dinyalain lagi. Reza Smash langsung sok-sokan gitu nutupin mukanya biar ga ketauan kalo dia artis. Ciyelaaaaaaaaaaaah.
Pipis itu ritual yang wajib dilakuin kalo abis nonton, buat beberapa orang sih. Jadi sambil nungguin yang pipis, gue, Sarah, Rahma, Peem berdiri di luar toilet ngebahas Reza Smash yang berdiri cuma 3 meter dari kita. Rahma bilang "Masa sih dia anak Smash? Kok jelek?" HAHAHAHAHA tega. Ada 15-30 menit kali kita ngebahas Reza Smash. Setelah dia pergi, akhirnya kita move on ngomongin hal lain. Sayang banget Irma mesti pulang duluan :"(
Udah ga mungkin makan berat, kita mutusin buat nyemil-nyemil di Tous Les Jours sambil ngeliatin mas-masnya lagi. Foto-foto lagi mulai dari kamera (cantik) Tania, kamera Sarah, sampe kamera mas-mas yang lagi kita liatin eeeeee
As much as I want to spend more time with them, well, farewell is inevitable. SEE YOU ALL SOON!!! THAT WAS FUN!!!

ps: Walau pun kata Sarah jangan pernah ngebandingin buku sama film, tapi Breaking Dawn part 2 ini seruuuuuuuuuuuuuu!!!!! Tadinya gue mau bikin review tapi mood dan waktu kurang mendukung. Di buku endingnya itu bikin lo ngomong "Udah? Gitu doang? Ga ada yang mati?" tapi filmnya bikin cerita yang ga pernah gue pikirin. Sumpah. Gue udah hampir nangis tuh. Selain endingnya yang dibuat awesome, jalan ceritanya juga disisipin skenario lucu. Sampe bikin lo mikir "Ini gue lagi nonton OVJ apa ya?" Penggambaran apa yang diliat Bella begitu dia jadi Vampir bagus juga. Film ini gue kasih nilai 8.5 ^^b

pss: Di twitter banyak tweet "Tuhan bersama lelaki yang di ajak ceweknya nonton Breaking Dawn" gue ganti deh "Semoga Tuhan melindungi cewek-cewek yang ngajak cowoknya nonton Breaking Dawn" kalo mau cari aman lewatin aja satu jam pertama. Hahaha.

우리는 하나

Dulu gue sempet pingin nulis tentang c’moi untuk dimasukin ke blog, tapi nyatanya ga selesai-selesai. Postingan ini terakhir ditulis tahun ...